Selalu aku menyanyikan lagu ini sebelum tidur. Ayah bilang, lagu ini mengingatkan kita akan tanah asal kita. Sedari kecil, aku selalu menyanyikan lagu ini. Agar selalu ada harapan bisa kembali ke tanah yang dijanjikan Tuhan. Hari berganti, tahun berganti. Akupun memasuki masa remaja. Dimana pola pikirku mulai kritis. Apakah mungkin kita bisa kembali ke tanah yang dijanjikan? Masa SMA dimana akupun mulai berhenti menyanyikan lagu ini. Aku berdebat kepada Ayah, kenapa aku harus menyanyikan ini terus. Terus menyanyi, terus berharap, namun tanpa ada kejelasan. Apa kita bisa pulang ke tanah yang dijanjikan itu? Terbersit rasa iri di hatiku, Mereka yang berasal dari Amerika Serikat, dan Eropa. Bisa melakukan emigrasi ke tanah yang dijanjikan tersebut. Dan memulai hidup baru di tanah tersebut. Sempat pula terjadi benturan di hatiku. Apakah benar saya termasuk dari kaum tersebut. Yang memperoleh hak hidup dan berpendapat. Di tanah yang dijanjikan itu. Na...
Komentar
Posting Komentar